Kecewa Dengan TDA

Kecewa Dengan TDA

Tahun 2014 saya baru mengenal yang namanya Komunitas Bisnis Tangan Di Atas, perkenalan itu juga karena saya sejak 2013 bergabung di Komunitas SuksesMulia besutan Babeh Jamil Azzaini. Setelah hampir setahun di Komunitas SuksesMulia, saya diajak untuk ikut serta dalam sebuah perhelatan Akbar komunitas Tangan Di Atas. Tepatnya Pesta Wirausaha 2014, kalau tidak salah ingat di Taman Mini Indonesia Indah.

Pokoknya ikut aja, bahkan nggak tahu disuruh ngapain pas disana. Waktu itu diajak oleh Sekjen Komunitas SuksesMulia untuk bantu-bantu. Kalau untuk kebaikan, hayo aja nggak pernah nolak.

Tahun 2014 itu pula saya mulai menelusuri dan ikut TDA di Daerah Tangerang Raya. Namun, kadang ada kegiatan ikut juga, kadang juga enggak. Banyak enggaknya sih, bisa dihitung ikutnya. 😁

Pernah saat itu diajak sebagai pengurus juga oleh Pak ketua 3.0 Pak Dwi Handaya. Naaah disinilah awal mula saya “kecewa dengan TDA”. Setelah masa pengurusan TDA Tangerang Raya 3.0 selesai, berganti ke 4.0 dengan ketua Uda Syam. saat itu saya juga ikut serta dan diajak sebagai pengurus disitulah “kekecewaan” saya mulai bertambah.

Dipengurusan 3.0 dan 4.0 saya sangat “kecewa” sekali dan itu baru saya rasakan SEKARANG!

Kenapa saya kecewa?

Lanjut baca yaa 😬

“Kekecewaan” yang  saya alami bertambah sekarang ini. Setelah saya selesai sebagai pengurus di TDA Tangerang Raya 5.0 dan menjabat Sekretaris Daerah.

Kekecewaan saya bukan tanpa alasan, bahkan sangat beralasan. Alasan ini setelah saya bergabung penuh dan aktif membantu pengurus atau pelayan 5.0 dan tuntas sampai selesai masa jabatan di tahun 2019.

Saya kecewa karena di TDA tidak menerima dan menemukan apa-apa selain Keluarga. Ya, keluarga yang saling menguatkan. Keluarga yang bisa memberi masukan atas masalah yang dihadapi satu sama lain serta bersama mencari solusi.

Selain itu di TDA saya mendapatkan hal yang lebih besar  setelah saya aktif penuh yaitu TDA ini tempat yang sangat bagus dan ideal untuk bisa bertumbuh dalam bisnis. Bukan hanya bisnis, nilai kekeluargaannya sangat kentara.

Kekecewaan saya yang selanjutnya adalah kenapa nggak dari dulu saya serius bersama komunitas ini untuk membangun bisnis. Sekarang saya merasakan bahwa saya yang butuh TDA. Jadi, saya harus ikut serta dalam komunitas ini. Karena saya ingin bertumbuh dan berkembang.

Selain itu, bagi saya TDA adalah rumah saya untuk melatih diri berorganisasi. Rumah saya untuk melatih diri dalam berbisnis. Dan kalau ingin belajar ilmu bisnis di TDA sangat lengkap.

Sekian dari saya, tetap pantau yaa tulisan saya. Hehehe 😁

Sampai jumpa di Puncak Kesuksesan

Salam hangat

Mantan Pelayan TDA Tangerang Raya 5.0
as Sekretaris Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *