Kasur, Bantal dan Guling

Kasur, Bantal dan Guling

Kita memang sering melupakan hal-hal kecil dalam kehidupan kita. Kita sering bermimpi besar, tapi kita lupa dari mana mimpi kita sebenarnya. Mimpi besar kita berawal dari kamar kita. Kemarin, melihat percakapan dari teman-teman seminar “Terbitkan Mimpimu” di twitter, mereka bingung mau menulis sesuatu tentang sebuah barang di kamar.

Kalau terlalu tinggi mikirnya, yaa… begini nih, sampai hal yang mudah aja jadi sangat sulit. Padahal banyak barang yang dapat membantu kita mengejar mimpi kita, tentu lebih banyak barang-barang kecil yang terlupakan dari kita. Atau barang sering kita pakai setiap hari.

Saat ini aku mau tulis tentang “Kasur dan Bantal Guling”. Mereka selalu ada dalam setiap kelelahan ku, setelah seharian penuh bekerja untuk mengejar mimpi besar dalam kehidupan ku.

Suatu ketika aku kecapekkan setelah seharian dengan rutinitas kerja, kemudian membaringkan badan ku di atasnya. Tak kusangka, Aku mendengar ada sebuah percakapan kecil, antara si kasur dan bantal guling.

“kayanya dia capek sekali ya, sampai melupakan ku untuk tidak di dekap” kata si guling,

Dengan lirih dan merdunya, si kasur dan bantal membalas,

“Biarkan saja, dia lelah karena telah mengejar impian besarnya, kita kasih tempat yang nyaman aja, agar kalau dia bangun untuk esok hari, dia kembali semangat dalam mengejar impian besar”.

Si guling pun tersadar, akan kecemburuannya terhadap kasur dan bantal.

“Baik deh, kita kasih pelayanan yang senyaman-nyaman terus ya..”. balas si guling setelah sadar,

Saat itu juga Aku ikut berbincang dengannya, dan jawab ku atas percakapan itu,

“Kalian adalah sahabat terbaik ku, di saat Aku terlelah, kalian member pelayanan yang sangat nyaman, hingga aku tidak mau beranjak dari sini”.

Pelajaran berharga buat ku, ketika mendengar perbincangan mereka yang saling mendukung dan menenangkan satu sama lain. Bahwa dalam kehidupan ini pasti akan nada yang dilupakan, atau telupakan ketika sudah mencapai apa yang kita inginkan. Seperti si guling, dia di lupakan ketika kita sudah capek bekerja, dan kita ingin segera istirahat. Dan yang kita pakai hanya bantal dan kasur saja.

Meskipun dilupakan, guling pun dengan segenap hati memberikan pelayanan yang terbaik kepada kita yang telah tertidur pulas.

Maka, segeralah berikan yang terbaik atas apa yang telah kamu terima selama ini. Meskipun apa yang kamu terima tidak sesuai dengan harapan dan keinginan. Jangan pernah merasa, bahwa Allah tidak adil dalam membagikan rezekinya.

“Hidup ini sangatlah singkat, jangan sampai dalam kesingkatan ini, kita hanya berikan yang biasa-biasa saja”. _Purwanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *