Ekonomi Komunitas Desa Melalui Wirausaha Center Desa

Ekonomi Komunitas Desa Melalui Wirausaha Center Desa

www.harlanpurwanto.com Sudah hampir berjalan 5 tahun, Aku berada dalam kota orang lain yaitu di kota Tangerang. Dan hampir mimpi-mimpi ku untuk terus berkarya dan berbagi untuk sesama semakin menggelora. Kala itu di akhir tahun 2008, aku berkunjung di rumah teman yang berada jauh dari perkotaan, jauh dari suara motor yang sangat keras dan seakan membuat gendang telinggaku mau pecah.

Saat itu, Aku secara diam-diam menggamati aktivitas-aktivitas yang mereka lakukan, menggamati rumah mereka dan sampai pekerjaan apa yang mereka lakukan. Dan ternyata banyak masyarakat yang menganggur, tidak melakukan apa-apa untuk membuat hidupnya lebih baik lagi. Mereka seakan pasrah dengan keadaan yang sedang dihadapinya.

Desa pelosok yang jarang terjamah oleh bantuan pemerintah, bahkan hampir tidak pernah program pemerintah masuk ke desa mereka. Terasa sangat sedih dan miris memang, seoalah hati ini tersayat-sayat hingga danau air mata tak terbendung lagi untuk tumpah di plataran wajah ku, air mata kepedihan akan kondisi itu. Mereka punya potensi, mereka punya kekuatan yang besar untuk dapat membangun desa mereka sendiri.

Akan tetapi mereka tidak menyadari itu, akhirnya muncullah sebuah impian dari seorang anak rantau.

Dalam hati aku berkata

“suatu saat aku akan membantu membangun kampung ini dengan gerakan ekonomi komunitas, membantu mereka dalam pelatihan usaha, sehingga mereka akan bangkit dari keterpurukannya”.

Setelah bergumam dalam hati, tak sengaja aku bertemu dengan seorang nenek dan akhirnya timbullah sebuah percakapan kecil.

“Permisi nek” sapaku kepada nenek tersebut.

Nenek itu pun menjawab, “Iya nak, ada apa ya?”

“Nek, kok kayaknya di sini jarang ya aku lihat orang-orang buat kerajinan tangan untuk dijual dan lainnya” Tanya ku lagi kepada nenek itu.

“orang-orang disini sudah pasrah, jadi malas untuk buat hal-hal yang kaya gitu lagi” balas nenek itu dengan suara yang sendu.

“oooooh gitu ya nek, yasudah deh nek, makasih ya nek” jawab ku kembali kepada nenek itu.

“iya sama-sama ya cu”, jawab nenek itu dengan tersenyum lalu pergi dengan kayu dipunggungnya.

Dari sebuah percakapan kecil inilah, sebuah mimpi besar untuk membantu masyarakat tertinggal di daerah Banten semakin menggelora. Sebuah mimpi untuk membuat wirausaha center di desa-desa terpencil, untuk mendidik masyrakat yang sebetulnya mempunyai banyak potensi sebagai wirausahawan sejati.

Terkadang dalam bayangan lamunanku terlintas sebuah hasil dari kegiatan itu. Coba kita bayangkan sejenak, ketika wirausaha center di desa-desa ini terwujud, sebuah desa akan mendapatkan pelatihan wirausaha dengan secara cuma-cuma dari pakar-pakar usaha, dari mereka yang telah lama terjun ke dunia usaha.

Mereka akan mulai tebangun dari mimpi panjangnya untuk menjadi masyarakat yang kaya. Mereka akan terdorong dan tegerak untuk berinnovasi dalam memecahkan persoalan ekonomi yang selama ini mereka hadapi bertahun-tahun. Apalagi kalo sebuah desa mampu menciptakan produk unggulannya sendiri yang mereka buat. Mereka akan menjadi masyrakat yang madani, untuk memperbaiki desa mereka tidak perlu lagi mereka menunggu bantuan dari pemerintah yang sangat lama turunnya itu.

Tapi Aku menyadari, bahwa mimpi Ku tentang wirausaha center di desa itu sangat sulit Aku wujudkan sendiri, butuh banyak tangan-tangan dermawan ilmu yang harus ikut serta, perusahaan-perusahaan yang mempunyai semangat membangun juga harus ikut dalam memajukan desa-desa di sekitar perusahaan mereka.

Tanganku hanya dua, kaki Ku hanya dua, itu akan sulit untuk menjangkaunya. Akan tetapi jika kita bersama-sama kita rekatkan tangan kita, kita satukan langkah kita, kita seiramakan pemikiran kita untuk membangun ekonomi Indonesia lewat ekonomi komunitas desa. Maka hasil yang akan kita capai tentunya akan sangat dahsyat sekali.

Indonesia akan bangkit ekonominya, pemerintah tidak perlu lagi menggelontorkan dana bantuan yang selangit, yang belum tentu sampai ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Mimpi ini akan terus Aku jaga hingga saatnya nanti menjadi nyata, dan menjadi kebangaan bersama sebagai saksi kebangkitan ekonomi bangsa.

Inilah mimpi Ku untuk membantu masyarakat agar mereka mampu menjadi pengusaha di negaranya sendiri, menjadi raja di tanah kelahirannya.

“Mimpilah yang tinggi, hingga orang lain menertawakan mimpimu, karena dari situlah kamu akan bekerja lebih keras untuk mewujudkannya”.

INI MIMPIKU, APA MIMPIMU UNTUK INDONESIA YANG LEBIH BAIK

(tulisan ini saya tulis tahun 2013, tidak saya ubah sedikitpun). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *